Translate

Thursday, April 3, 2014

Desa Wisata Kasongan

Yogyakarta Sebagai Tujuan Wisata

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2
Penyebutan  Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menyebabkan sering terjadinya penyingkatan nomenkaltur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa ini sering diidentikkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali.

Jogjakarta yang sudah dikenal dengan daerah kunjungan wisata, serta warganya yang majemuk, berbagai aktifitas perdagangan, perkantoran, pendidikan baik tingkat dasar sampai pendidikan tingkat lanjut tersebar di berbagai daerah di Daerah Istimewa Jogjakarta.

Saat ini Daerah istimewa Jogjakarta mempunyai 65 desa wisata, termasuk “desa wisata KASONGAN” desa wisata di DIY umumnya memiliki keunikan tersendiri, di samping alami yang tidak bisa ditemui di daerah lain di Indonesia.
Desa wisata di seputar KASONGAN ada beberapa tempat seperti :

-->

1. KASONGAN


Desa wisata sentra pembuatan gerabah dengan masyaraknya yang masih hidup sederhana dan Tradisional, selain terdapat sentra penjualan gerabah, Kasongan tidak kalah uniknya adalah masyarakat yang dengan kesederhanaannya membuat kerajianan Gerabah

 Pembakaran Gerabah Tradisional - Kasongan
 Proses Pembakaran Gerabah Tradisional
 Pembakaran Gerabah tradisional-Kasongan
Proses Pembakaran Gerabah Tradisional

Keunikan yang ditawarkan desa wisata di daerah ini tidak hanya potensi alam berupa
pemandangan yang indah dan sejuk, namun juga  suasana asli masyarakatnya yang ramah dan sederhana. Serta kehidupan para pengrajin gerabah.

 Pengrajin Gerabah Kasongan
Sudah turun temurun pengrajin gerabah menurunkan keahlihannya
 Dengan ruang sederhana proses pembuatan gerabah
Dengan alat dan ruangan yang sederhana, proses pembuatan Gerabah 

2. JIPANGAN

Desa wisata sentra pembuatan anyaman bamboo, dan kipas yang terkenal dengan Kipas Jipangan. Dusun Jipangan merupakan salah satu mitra dalam industri kecil kerajinan kipas bambu ini. Usaha kerajinan kipas di dusun Jipangan dimulai sekitar tahun 1987 dan hingga saat ini terdapat 25 pengrajin kipas atau sekitar 40% dari jumlah kepala keluarga di Dusun Jipangan.

 Pembuatan Anyaman Bambu


1. KREBET

Desa wisata Krebet adalah desa wisata yang masyarakatnya menghasilkan batik yang di lukis diatas kayu. Dan juga terdapat wisata alam seperti Banyu nibo, Jurang Pulosari


1.Bangun JIwo

Sentra pembuatan ukir wayang tatah, dusun Gendeng Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan;
dusun Cabean Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon

1.Desa pucung

Sentra penghasil topeng dan kerajinan kayu

Para Penari -Jatilan Yang juga warisan budaya Indonesia


  
Kawasan wisata Kasongan telah menjadi salah satu kawasan wisata andalan bagi kabupaten Bantul Khususnya, bagi propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta umumnya. Hal tersebut terbukti dengan intesnsitas kunjungan wisatawan, utamanya wisatawan nusantara ke kawasan ini, pertumbuhan wisata dari tahun ke tahun terus menunjukan proporsi kenaikan yang cukup signifikan dalam pertumbuhan kunjungan wisatawan ke wilayah propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta.

Daya tarik kunjungan wisatawan ke kawasan Kasongan secara keseluruhan banyak didukung oleh potensi para pengrajin Gerabah dan suasana alami pedesaaannya.

No comments:

Post a Comment